Perbandingan 'Government to Citizen' Indonesia dengan Filipina
E-Government adalah suatu upaya untuk mengembangakn penyelenggaraan pemerintahan yang berbasis elektronik. Suatu penataan sistem manajemen dan sebuah proses kerja di lingkungan pemerintah dengan mengoptimalkan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi. Penggunaan suatu teknologi informasi oleh pemerintah untuk memberikan informasi dan pelayanan bagi warganya, untuk urusan bisnis, serta hal-hal lain yang berkaitan dengan pemerintahan. E-Government dapat diaplikasikan pada legislatif, yudikatif, atau bagian administrasi publik, atau proses kepemerintahan yang lebih demokratis. E-Government juga menghasilkan berbagai produk-produk yang berguna untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat seperti 'E-Citizen'.
E-Citizen adalah sebuah aplikasi layanan publik yang berbentuk sebuah portal website yang bertujuan untuk membantu masyarakat dalam mendapatkan semua informasi dan pelayanan pemerintah yang dibutuhkan dalam aktivitas kehidupan di suatu negara. Sehingga pelayanan publik bisa diakses secara online. E-Citizen juga bertujuan untuk lebih meningkatkan interaksi masyarakat dan pemerintah dan juga badan / lembaga di bidang administrasi, untuk memastikan kesadaran masyarakat yang lebih baik dan untuk memudahkan penduduk yang berada di luar daerah atau negeri mengaksesinformasi dan pelayanan publik secara online yang telah dikelola oleh pemerintah. Interaksi antara pemerintah dengan warga dapat diakses melalui aplikasi E-Citizen tersebut.
Perjalanan E-Citizen di Indonesia saat ini bisa dikatakan sdah menampakkan perubahan yang positif. Banyak aplikasi yang sudha dibuat oleh pemerintah untuk menunjang keberhasilan E-Citizen di Indonesia. Contohnya seperti pada program 'satu pintu' untuk data, yakni di portal website resmi Indonesia yang beralamatkan di 'www.indonesia.go.id'. Pada website ini termuat berbagai macam layanan publik seperti layanan kependudukan dan ketenagakerjaan, pendidikan dan kebudayaan, bisnis dan investasi, pengaduan masyarakat, dan lain-lain.
Website resmi Filipina juga menyediakan berbagai macam data dan pelayanan publik yang dibutuhkan. Sehingga mempermudah rakyat Filipina untuk mendapatkan informasi dan pelayanan yang dibutuhkan dari pemerintah. Data yang tersedia pun sudah dipastikan kebenarannya, sehingga dipastikan tidak ada data yang palsu dan atau salah pada website tersebut. Juga akses untuk memasuki website ini sangat mudah dan tidak membutuhkan waktu yang lama saat loading, serta semua konten yang tersedia dapat dibuka semuanya. Sehingga penjelasan dari hasil implementasi antara Indonesia dan Filipina dapat terlihat jelas bahwa hasil implementasi E-Citizen yang terdapat di Filipina berjalan baik. Implementasi E-Citizen di Indonesia juga tidak termasuk kategori buruk, hanya saja implemenasi di Filipina lebih baik dibanding Indonesia.
Sehingga, dengan adanya E-Citizen, diharapakan warga negara dapat berperan aktif dalam konsultasi publik dan survei opini publik yang dilakukan oleh pemerintah, namun masyarakat juga harus berhati-hati dalam memebrikan dan menggunakan haknya agar tidak berdampakburuk pada individu, masyarakat, negara, serta dunia. Faktanya menjelaskan bahwa akan banyak hambatan yang harus dilalui baik pada pemerintah maupun masyarakat dalam pengimplementasian E-Citizen dalam kehidupan bernegara.
E-Citizen adalah sebuah aplikasi layanan publik yang berbentuk sebuah portal website yang bertujuan untuk membantu masyarakat dalam mendapatkan semua informasi dan pelayanan pemerintah yang dibutuhkan dalam aktivitas kehidupan di suatu negara. Sehingga pelayanan publik bisa diakses secara online. E-Citizen juga bertujuan untuk lebih meningkatkan interaksi masyarakat dan pemerintah dan juga badan / lembaga di bidang administrasi, untuk memastikan kesadaran masyarakat yang lebih baik dan untuk memudahkan penduduk yang berada di luar daerah atau negeri mengaksesinformasi dan pelayanan publik secara online yang telah dikelola oleh pemerintah. Interaksi antara pemerintah dengan warga dapat diakses melalui aplikasi E-Citizen tersebut.
Perjalanan E-Citizen di Indonesia saat ini bisa dikatakan sdah menampakkan perubahan yang positif. Banyak aplikasi yang sudha dibuat oleh pemerintah untuk menunjang keberhasilan E-Citizen di Indonesia. Contohnya seperti pada program 'satu pintu' untuk data, yakni di portal website resmi Indonesia yang beralamatkan di 'www.indonesia.go.id'. Pada website ini termuat berbagai macam layanan publik seperti layanan kependudukan dan ketenagakerjaan, pendidikan dan kebudayaan, bisnis dan investasi, pengaduan masyarakat, dan lain-lain.
Namun, terdapat kekurangan pada website tersebut, yaitu apabila mengakses, website tersebut membutuhkan waktu yang lama untuk loading dan juga ketika sudah berada di halaman utama website, ada beberapa konten yang tidak bisa dibuka (error) dan tidak memiliki akses untuk bahasa asing. Sehingga, hal ini membuat oranng yang tidak bisa berbahasa Indonesia kesulitan dalam mengaksesnya.
Selain itu terdapat juga berbagai aplikasi yang dibuat oleh pemerintah menjadi layanan kepada masyarakat yang hendak mencari informasi dan pelayanan dari pemerintah. Contohnya seperti pada beberapa kementerian yang sudah membuat aplikasi untuk publik seperti:
- Sentuh Tanahku oleh Badan Pertahanan Nasional
- Sapa Kemendagri oleh Kementerian Dalam Negeri
- Magma Indonesia oleh Pusat Vulkanologi & Mitigasi Bencana Geologi
Sedangkan perkembangan E-Citizen di Filipina juga menunjukkan perubahan yang positif. Filipina juga menganut program 'satu pintu' untuk website resminya yang beralamat di 'www.gov.ph'.
Website resmi Filipina juga menyediakan berbagai macam data dan pelayanan publik yang dibutuhkan. Sehingga mempermudah rakyat Filipina untuk mendapatkan informasi dan pelayanan yang dibutuhkan dari pemerintah. Data yang tersedia pun sudah dipastikan kebenarannya, sehingga dipastikan tidak ada data yang palsu dan atau salah pada website tersebut. Juga akses untuk memasuki website ini sangat mudah dan tidak membutuhkan waktu yang lama saat loading, serta semua konten yang tersedia dapat dibuka semuanya. Sehingga penjelasan dari hasil implementasi antara Indonesia dan Filipina dapat terlihat jelas bahwa hasil implementasi E-Citizen yang terdapat di Filipina berjalan baik. Implementasi E-Citizen di Indonesia juga tidak termasuk kategori buruk, hanya saja implemenasi di Filipina lebih baik dibanding Indonesia.
Sehingga, dengan adanya E-Citizen, diharapakan warga negara dapat berperan aktif dalam konsultasi publik dan survei opini publik yang dilakukan oleh pemerintah, namun masyarakat juga harus berhati-hati dalam memebrikan dan menggunakan haknya agar tidak berdampakburuk pada individu, masyarakat, negara, serta dunia. Faktanya menjelaskan bahwa akan banyak hambatan yang harus dilalui baik pada pemerintah maupun masyarakat dalam pengimplementasian E-Citizen dalam kehidupan bernegara.



Komentar
Posting Komentar